Diberdayakan oleh Blogger.
10 Konsep Pokok Geografi : Lokasi - jarak - keterjangkauan - pola - morfologi - aglomerasi - nilai guna - interaksi/interdependensi - diferensi areal - keterkaitan keruangan

Kamis, 31 Maret 2011

RAT Koperasi "Melati" SMAN PUNUNG





Di sela-sela kesibukan aktifitas sekolah, bapak/ibu guru dan staff tata usaha/karyawan/karyawati pada hari Kamis, 31 Maret 2011 bertempat di Gedung Utara SMAN Punung berlangsung kegiatan Rapat Akhir Tahunan ( RAT ) tahun buku 2010 dan RARK/RAPB 2011.
Rapat dihadiri oleh :
1. 5 Pengurus, yaitu : Adi Supratikto, S.Pd ( Ketua )
Bambang Subagio, S.Pd ( Wakil Ketua )
Erna Widayanti, S.Sos ( Bendahara )
Drs. M. Fata Firdaus ( Sekretaris )
Hudi Ruswanto ( Pembantu umum )

2. 2 Pengawas, yaitu : Singgih Jatmo Santoso ( Pengawas )
Drs. Suprayitno ( Pengawas )
3. Seorang Pengurus Pusat Koperasi Pegawai RI ( PKPRI ) Kab. Pacitan
Jumlah hadir : 49 orang dari 58 jumlah total anggota KPRI
Dalam rapat tersebut ,ditetapkan Drs. Suprayitno menjabat kembali sebagai Pengawas setelah masa baktinya selesai pada 31 Desember 2010 kemarin.

Kamis, 24 Maret 2011

Verifikasi Nilai Sekolah untuk UN SMA 2011

Hari ini, Jum'at 25 Maret 2011 bertempat di SMA Negeri 1 Pacitan dilaksanakan kegiatan verifikasi Nilai Raport Semester 3,4 dan 5 serta Nilai Ujian Sekolah. Dari SMA Negeri Punung, tim verifikasi terdiri dari :
01. Drs. Wachidin ( Kepala Sekolah )
02. Drs. Adi Supratikto, S.Pd ( Wakasek Kurikulum )
03. Triono, S.Kom ( Sekretaris Kurikulum )
04. Drs. Muhammad Fata Firdaus ( Wali Kelas 12 IPS-2 )
05. H. Dwi Agus Setyawan, S.Pd
06. Ali Murtadho, S.Pd., M.SI
07. Andi Pujian, S.Pd ( Wali Kelas 12 IPS-3 )
08. Retnaningrum, S.Pd ( Wali Kelas 12 IPS-1 )
09. Iwhan Wigiati, S.Pd ( Wali Kelas 12 IPA )
10. Dwi Astuti, S.Si ( Wali Kelas 12 IPA )


Verifikasi dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh ketelitian untuk mendapatkan validitas data nilai yang akurat.
Sementara Korwas Dinas pendidikan mengumumkan agar para kepala sekolah menunggu distribusi/kedatangan naskah soal tryout Ujian Nasional, yang rencananya jika tidak ada halangan akan diujikan mulai hari Senin 28-30 Maret 2011 di sekolah masing-masing.

Minggu, 20 Maret 2011

Pembelajaran di Kelas


Kegiatan pembelajaran di kelas bersama-sama para siswa sungguh sangat menyenangkan, apalagi bila anak-anak tampak antusias mengikutinya. Kata pepatah : " mengajar siswa tanpa lebih dahulu membangkitkan motivasinya ibarat menempa besi yang dingin". Itulah, saya sangat suka selalu memotivasi para siswa supaya mereka lebih bersemangat dan enjoy.

Dokumen Kegiatan Profesi Tahun 2007

Dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru pada tanggal 18-26 Desember 2007 saya menjalani diklat profesi guru ( PLPG ) di Kota Batu dengan penyelenggara kegiatan : Badan Penyelenggara Sertifikasi Guru (BPSG) Rayon 15 Universitas Negeri Malang, Jawa Timur

Jumat, 18 Maret 2011

Nakiroh - Ma'rifat

نَكِرَة - مَعْرِفَة
NAKIRAH (Umum) - MA'RIFAH (Khusus)
Menurut penunjukannya, Isim dapat dibagi dua:
1) ISIM NAKIRAH atau kata benda bentuk umum atau tak dikenal (tak tentu).
2) ISIM MA'RIFAH atau kata benda bentuk khusus atau dikenal (tertentu).
Isim Nakirah merupakan bentuk asal dari setiap Isim, biasanya ditandai dengan huruf akhirnya yang bertanwin ( ً ٍ ٌ ). Sedangkan Isim Ma'rifah biasanya ditandai dengan huruf Alif-Lam ( ال ) di awalnya.
Contoh Isim Nakirah: بَيْتٌ (= sebuah rumah), وَلَدٌ (= seorang anak)
Contoh Isim Ma'rifah: اَلْبَيْتُ (= rumah itu), اَلْوَلَدُ (= anak itu)
Coba bandingkan dan perhatikan perbedaan makna dan fungsi antara Isim Nakirah dan Isim Ma'rifah dalam dua buah kalimat di bawah ini:
ذَلِكَ بَيْتٌ. اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ.
= Itu sebuah rumah. Rumah itu baru.
جَاءَ وَلَدٌ. اَلْوَلَدُ مُؤَدِّبٌ.
= Datang seorang anak. Anak itu sopan.
Berkaitan dengan Nakirah dan Ma'rifah, khususnya penggunaan awalan Alif-Lam dan baris Tanwin di akhir kata, ada beberapa pola kalimat (rangkaian kata) yang perlu kita ketahui perbedaannya dengan baik.
1. SHIFAT ( صِفَة ) dan MAUSHUF ( مَوْصُوْف )
Bila rangkaian dua buah Isim atau lebih, semuanya dalam keadaan Nakirah (tanwin) atau Ma'rifah (alif-lam) maka kata yang di depan dinamakan Maushuf (yang disifati) sedang kata yang di belakangnya dinamakan Shifat. Contoh:
بَلَدٌ أَمِيْنٌ
= (sebuah) negeri yang aman
صِرَاطٌ مُسْتَقِيْمٌ
= (sebuah) jalan yang lurus
اَلْبَلَدُ اْلأَمِيْنُ = negeri yang aman
الصِّرَاطُ الْمُسْتَقِيْمُ = jalan yang lurus
2. MUDHAF ( مُضَاف ) dan MUDHAF ILAIH ( مُضَاف إِلَيْه )
Bila dua buah Isim atau lebih digabung menjadi satu kesatuan yang utuh dengan pengertian yang baru (Kata Majemuk) maka kata yang di depan (tanpa Alif-Lam) dinamakan Mudhaf Ilaih sedang kata yang di belakang (dengan Alif-Lam) dinamakan Mudhaf. Kata Majemuk termasuk dalam kelompok Isim Ma'rifah.
رَسُوْلُ اللهِ
= Rasul Allah
أَهْلُ الْكِتَابِ
= Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani)
سَيَّارَةُ اْلأُسْتَاذِ
= mobil Ustadz
مِفْتَاحُ السَّيَّارَةِ
= kunci mobil
3. MUBTADA' ( مُبْتَدَأ ) dan KHABAR ( خَبَر )
Bila dua buah Isim atau lebih terangkai dalam satu kalimat yang sempurna, maka Isim yang pertama umumnya adalah Ma'rifah dinamakan Mubtada' (Subjek), sedang Isim yang berikutnya adalah Nakirah dinamakan Khabar (Predikat).
الرَّسُوْلُ كَرِيْمٌ
= Rasul itu mulia
السَّيَّارَةُ جَدِيْدٌ = Mobil itu baru
رَسُوْلُ اللهِ كَرِيْمٌ = Rasul Allah itu mulia
سَيَّارَةُ اْلأُسْتَاذِ جَدِيْدٌ = Mobil Ustadz itu baru
Kalimat sempurna yang terdiri dari Isim yang tersusun dari Mubtada' dan Khabar seperti ini dinamakan JUMLAH ISMIYYAH ( جُمْلَة اِسْمِيَّة ) atau Kalimat Nominal (kalimat sempurna yang hanya terdiri dari Isim atau Kata Benda).
Perhatikan perbedaan antara kalimat-kalimat di bawah ini:
Jumlah Ismiyyah
Bukan Jumlah Ismiyyah
رَسُوْلُ اللهِ كَرِيْمٌ
رَسُوْلُ اللهِ الْكَرِيْمِ
(Rasul Allah itu mulia)
(Rasul Allah Yang Mulia)
سَيَّارَةُ اْلأُسْتَاذِ جَدِيْدٌ
سَيَّارَةُ أُسْتَاذِ الْجَدِيْدِ
(Mobil Ustadz itu baru) (Mobil Ustadz yang baru itu)
Kalimat sebelah kiri adalah Jumlah Ismiyyah yang Mubtada' nya adalah Kata Majemuk ("Rasul Allah" dan "Mobil Ustadz"); sedang kalimat sebelah kanan bukanlah kalimat sempurna melainkan rangkaian kata yang merupakan kombinasi antara Mudhaf dan Mudhaf Ilaih dengan Shifat dan Maushuf.
Pada kalimat pertama sebelah kiri, yang mendapat Isim "mulia" adalah "Rasul", sedang pada kalimat sebelah kanan, yang mendapat Isim "mulia" adalah "Allah". Pada kalimat kedua sebelah kiri, yang mendapat Isim "baru" adalah "mobil", sedang pada kalimat sebelah kanan, yang mendapat Isim "baru" adalah "Ustadz".
Sebanyak apapun Isim yang terdapat dalam sebuah kalimat, tetap saja tidak bisa menghasilkan sebuah kalimat nominal sempurna (Jumlah Ismiyyah) bila tidak mengandung Mubtada' dan Khabar. Bandingkan dua buah kalimat berikut ini:
1) Kalimat di bawah ini bukan Jumlah Ismiyyah:
مِفْتَاحُ بَابِ سَيَّارَةِ أُسْتَاذِ الْجَدِيْدِ
= Kunci pintu mobil guru baru.
2) Kalimat di bawah ini adalah Jumlah Ismiyyah (Kalimat Nominal Sempurna):
مِفْتَاحُ بَابِ سَيَّارَةِ اْلأُسْتَاذِ جَدِيْدٌ
= Kunci pintu mobil guru itu baru.
Kalimat pertama, tidak memiliki Khabar. Kata جَدِيْد (=baru) pada kalimat pertama adalah sifat dari أُسْتَاذ (=guru). Adapun pada kalimat kedua, kata جَدِيْد adalah Khabar dari مِفْتَاحُ بَابِ سَيَّارَةِ اْلأُسْتَاذ (=kunci pintu mobil guru) yang merupakan Mubtada'.
Selain Isim yang berawalan Alif-Lam, yang juga termasuk Isim Ma'rifah adalah:
1. ISIM 'ALAM (Nama). Semua Isim 'Alam termasuk Isim Ma'rifah, meskipun diantara Isim 'Alam tersebut ada yang huruf akhirnya bertanwin.
Contoh: أَحْمَدُ (= Ahmad), عَلِيٌّ (= Ali), مَكَّةُ (= Makkah)
2. ISIM DHAMIR (Kata Ganti). Yaitu kata yang mewakili atau menggantikan penyebutan sesuatu atau seseorang atau sekelompok benda/orang.
Contoh: أَنَا (= aku, saya), نَحْنُ (= kami, kita), هُوَ (= ia, dia)
Sumber : http://arabindo.co.nr

Mufrod - Mutsannaa - Jama

Sumber : http://arabindo.co.nr
مُفْرَد - مُثَنَّى - جَمْع

MUFRAD (Tunggal) - MUTSANNA (Dual) - JAMAK
Dari segi bilangannya, bentuk-bentuk Isim dibagi tiga:
1) ISIM MUFRAD (tunggal) kata benda yang hanya satu atau sendiri.
2) ISIM MUTSANNA (dual) kata benda yang jumlahnya dua.
3) ISIM JAMAK (plural) atau kata benda yang jumlahnya lebih dari dua.
Isim Mutsanna (Dual) bentuknya selalu beraturan yakni diakhiri dengan huruf Nun Kasrah ( نِ ), baik untuk Isim Mudzakkar maupun Isim Muannats. Contoh:
Mufrad Tarjamah Mutsanna Tarjamah
رَجُلٌ = seorang laki-laki رَجُلاَنِ = dua orang laki-laki
جَنَّةٌ = sebuah kebun جَنَّتَانِ = dua buah kebun
مُسْلِمٌ = seorang muslim مُسْلِمَانِ = dua orang muslim
مُسْلِمَةٌ = seorang muslimah مُسْلِمَتَانِ = dua orang muslimah
Adapun Isim Jamak, dari segi bentuknya terbagi dua macam:
1. JAMAK SALIM ( جمْع سَالِم ) yang bentuknya beraturan:
Mufrad Tarjamah Jamak Tarjamah
اِبْنٌ = seorang putera
بَنُوْنَ
= putera-putera
بِنْتٌ = seorang puteri بَنَاتٌ = puteri-puteri
مُسْلِمٌ = seorang muslim مُسْلِمُوْنَ = muslim-muslim
مُسْلِمَةٌ = seorang muslimah مُسْلِمَاتٌ = muslimah-muslimah
2. JAMAK TAKSIR (جَمْع تَكْسِيْر ) yang bentuknya tidak beraturan:
Mufrad Tarjamah Jamak Tarjamah
رَسُوْلٌ
= seorang rasul رُسُلٌ = rasul-rasul
عَالِمٌ = seorang alim عُلَمَاءُ = orang-orang alim
رَجُلٌ = seorang laki-laki رِجَالٌ = para laki-laki
اِمْرَأَةٌ = seorang perempuan نِسَاءٌ = perempuan-perempuan

Mudzakkar - Muannats

MUDZAKKAR (Laki-laki) - MUANNATS (Perempuan)
مُذَكَّر - مُؤَنَّث
Dalam tata bahasa Arab, dikenal adanya penggolongan Isim ke dalam Mudzakkar (laki-laki) atau Muannats (perempuan). Penggolongan ini ada yang memang sesuai dengan jenis kelaminnya (untuk manusia dan hewan) dan adapula yang merupakan penggolongan secara bahasa saja (untuk benda dan lain-lain).
Contoh Isim Mudzakkar Contoh Isim Muannats
عِيْسَى (= 'Isa) مَرْيَم
(= Maryam)
اِبْنٌ
(= putera)
بِنْتٌ (= puteri)
بَقَرٌ (= sapi jantan) بَقَرَةٌ (= sapi betina)
بَحْرٌ (= laut) رِيْحٌ (= angin)
Dari segi bentuknya, Isim Muannats biasanya ditandai dengan adanya tiga jenis huruf di belakangnya yaitu:
a) Ta Marbuthah ( ة ). Misalnya: فَاطِمَة (=Aminah), مَدْرَسَة (=sekolah)
b) Alif Maqshurah ( ى ). Misalnya: سَلْمَى (=Salma), حَلْوَى (=manisan)
c) Alif Mamdudah ( اء ). Misalnya: أَسْمَاء (=Asma'), سَمْرَاء (=pirang)
Namun adapula Isim Muannats yang tidak menggunakan tanda-tanda di atas.
Misalnya: رِيْحٌ (= angin), نَفْسٌ (= jiwa, diri), شَمْسٌ (= matahari)
Bahkan ada pula beberapa Isim Mudzakkar yang menggunakan Ta Marbuthah.
Contoh: حَمْزَة (= Hamzah), طَلْحَة (= Thalhah), مُعَاوِيَة (= Muawiyah)

Sumber : http://arabindo.co.nr

Pembagian Kata

أَقْسَامُ الْكَلِمَةُ
PEMBAGIAN KATA
Semua bahasa manusia tersusun dari tiga komponen dasar yaitu:

1. Satuan bunyi yang disebut "huruf" atau "abjad".
Contoh: م - س - ج - د
2. Susunan huruf yang memiliki arti tertentu yang disebut "kata".
Contoh: مَسْجِدٌ (= masjid)
3. Rangkaian kata yang mengandung pikiran yang lengkap yang disebut "kalimat".
Contoh: أُصَلِّيْ فِي الْمَسْجِدِ (= saya shalat di masjid)
Dalam tata bahasa Arab, "kata" dibagi ke dalam tiga golongan besar:
1. ISIM (
اِسْم ) atau "kata benda". Contoh: مَسْجِد (= masjid)
2. FI'IL ( فِعْل ) atau "kata kerja". Contoh: أُصَلِّيْ (= saya shalat)
3. HARF ( حَرْف ) atau "kata tugas". Contoh: فِيْ (= di, dalam)
Penggunaan istilah Kata Benda, Kata Kerja dan Kata Tugas dalam tata bahasa Indonesia, tidak sama persis dengan Isim, Fi'il dan Harf dalam tata bahasa Arab. Namun bisalah dipakai untuk sekadar mendekatkan pengertian.
Sumber : http://arabindo.co.nr

Khobar Muqoddam-Mubtada Muakhor

Di dalam tata bahasa Arab, apabila Khobar/predikat didahulukan, dan Mubtada/subyek diakhirkan, susunan ini disebut dengan susunan :

"Khobar Muqoddam - Mubtada Muakhor"

Mubtada-Khobar

Dalam tata bahasa Arab, kalimat sempurna ( Jumlah mufidah ) terdiri minimal 2 unsur :
1. Subyek ( Mubtada )
2. Predikat ( Khobar )

Syarat Mubtada : -isim ma'rifat ( kata benda fenit/tertentu ), antara lain :
- nama orang
- nama tempat ( desa, kota, negara, dll )
- isim isyaroh ( kata tunjuk )
- isim dhomir ( kata ganti )
- isim/kata benda ber-al
- idhofah ( kata majemuk )

Syarat Khobar : -isim nakiroh ( kata benda infenit/tidak tertentu/umum )
-biasanya adalah kata benda ( isim ) yang ber-tanwin

Sekilas tentang Blog ini





Pertama, saya ucapkan terimakasih karena berkenan mengunjungi blog ini.
Kedua, blog ini sementara masih dalam proses penyempurnaan dan konten-nya masih belum sesuai dengan tema blog yang ada.
Ketiga, blog ini masih bersifat subyektif dan pribadi serta tidak mengatas namakan lembaga tertentu.
Keempat, segala sesuatu yang terpublikasikan di blog ini hampir semua berkaitan dengan profesi saya sebagai guru di SMA Negeri Punung Pacitan.
Kelima, sebagai guru yang berwawasan ICT saya mencoba untuk memanfaatkan teknologi yang ada semata-mata untuk mengembangkan profesi saya.
Keenam, tiada gading yang tak retak, blog ini masih banyak kekurangan dan jauh dari layak. Mohon kritik dan saran agar ke depan blog ini lebih baik dan lebih bermanfaat terutama di dunia pendidikan. Akhirnya saya ucapkan terima kasih atas segala masukan, semoga sumbangsih saudara mendapatkan balasan dari Alloh SWT, amin.


Salam dan hormat saya
Muhammad Fata Firdaus
Guru Geografi SMA Negeri Punung Pacitan

Rabu, 16 Maret 2011

Gua Tabuhan


Perjalanan saya dari Giritontro ke Punung lebih enjoy saat melewati jalur Gua Tabuhan. Hal ini mendorong saya untuk mengangkat citra kawasan Gua Tabuhan melalui Google Map
Untuk melihat gambar lebih besar ( zoom ), silakan klik gambar tersebut

Kamis, 03 Maret 2011

Kegiatan UTS semester Genap SMAN PUNUNG


Hari ini Jum'at tanggal 4 maret 2011, salah satu sudut kelas ( X.2) SMA Negeri Punung tengah melaksanakan UTS semester genap 2010/2011. Pelaksananaan UTS berlangsung tertib dan lancar

Tes di kelas XI-IPA3, Sabtu 27 Oktober 2012

Tes di kelas XI-IPA3, Sabtu 27 Oktober 2012

Info Wonogiri Raya Update Terkini

Link Geografi Update

Perpustakaan Geografi Online

Ilmu Tanah

follow to twitter

SMA Negeri 1 Punung di Facebook

Kegiatan siswa

Kegiatan siswa

Survey Lapangan

Survey Lapangan
Lokasi PLTU Sudimoro Pacitan

Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran
Diskusi Kelompok di Kelas X.2, SMAN Punung

Anjangsana

Anjangsana
Olimpiade Sains Nasional 2010, di SMAN 1 Pacitan

Analog Clock

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP